Untuk Ayah

Ehem ….

Sambil nunggu ayah pulang dari kantor, ibu mau curhat.

Ayah … maaf ya kalau ibu kadang berwajah be te di akhir hari. Kadang ibu suka lupa bahwasanya ayah sama capeknya dengan ibu. Setelah seharian ngurusin anak-anak, ibu suka ngerasa enak banget deh jadi ayah di kantor yang enggak harus berhadapan sama riwehnya membesarkan kedua buah hati kita. Sama riwehnya pekerjaan rumah tangga.

ibu lupa …

bahwa dikantorpun ayah pasti nemuin masalah. Nemuin klien yang nyebelin, dengerin omelan *curcol* nya pak MYU (ehehehehe pisss pak) serta seabrek gak enak hati lainnya.

Namun, setiap ayah pulang kantor, selalu tersenyum, selalu terlihat senang, walaupun matanya terlihat lelah. Ibu jadi malu ….

Kok ibu berasa banget yah bahwa ibu adalah orang yang paling capek. Padahal kita sama-sama capek ya yah. Energi kita terbatas, tapi rasanya tugas yang harus kita lakukan tak berujung. Selama hampir lima tahun pernikahan kita, ayah gak pernah marah sama ibu. Paling banter hanya negur, itupun dengan santun. Ah ayah …. padahal ibu kalo marah sama ayah, manyunnya bisa kelihatan dari Monas. Jadi ibu mau bilang …

Maafkan daku cinta ….

Maafkan karena ibu udah merasa ‘GR’

GR paling capek

GR paling riweh

GR paling be te

GR paling suntuk

GR paling bosen kalo Kiks n Nan wawel …

Ibu juga mau bilang terimakasih

untuk kesabaran ayah …

untuk pengertian ayah …

untuk kasih sayang ayah …

untuk dukungan ayah …

Ibu merasa sangat beruntung berjodoh dengan ayah…

I love you … Heryudi Ganesha

Antara Cinta, Cinta dan Cinta ….

Saya mau curhat,

Sudah hampir satu bulan ini saya kembali mengajar. Dalam seminggu, dua kali saya harus meninggalkan anak-anak saya di rumah. Sedih juga rasanya harus meninggalkan buah hati saya di rumah. Nampaknya saya ini bukan tipe wanita karir yang mampu berkuat hati untuk meninggalkan anak-anak. I’m a marshmallow, I melt easily with the warmth of my children’s embrace. Hiihihihih ….

Di lain pihak, saya CINTA sekali mengajar. Mungkin kalo saya boleh pinjem istilahnya René Suhardono, mengajar is my passion! Berdiri di depan kelas, berdialog, berbagi, menerima umpan balik, ah mengingatnya saja saya merasa berpendar. Ketika tawaran untuk mengajar secara tetap datang, I’m torn in between. Kalo boleh saya analogikan, mengajar itu cinta pertama saya, sementara anak-anak adalah love of my life. Ah …

Ketika saya berdiskusi dengan suami tercinta, seperti biasa, jawaban beliau adalah senyum yang paling hangat sembari berkata bahwa keputusan ada ditangan saya. Melalui mata suami saya, saya merefleksikan kembali apa yang menjadi komitmen kami di hari kami berdua memutuskan untuk menikah. Membina keluarga, dimana setiap anggota keluarga adalah yang pertama dan utama. Hm…

Berat … tapi akhirnya saya memutuskan untuk tidak segera menerima tawaran tersebut. Saya hanya berharap, tawaran itu akan ada di hari saya siap untuk kembali keluar sana untuk berkarya penuh. Oh cinta pertama … tunggulah saya!!!!

Taman Bermain Kiky

Iyaaaaaaa … sekarang Kiky udah sekolah lhooooo. Di TK Wahyu, Jakarta Selatan. Lokasinya dekat dengan kompleks Deplu tempat tinggal kami. Ceritanya ketika memasuki usia 2.5 tahun, saya dan mas Yudi sepakat untuk mengenalkan Kiky dengan lingkungan, mengajarinya untuk berinteraksi dengan anak usia sebaya. Di rumah teman main Kiky ya saya, ayahnya, tante-tantenya tersayang dan Eyang Ti dan Kung.

Selain kami yang dewasa-dewasa ini, teman main Kiky adalah PC. Wahhhh ketika suatu hari saya mendapati dia seharian di depan PC dengan berbagai macam game, timbullah perasaan bahwa anak ini mesti berkenalan dengan anak usianya. Selain itu saya khawatir (ibu-ibu selalu deh …) akan perkembangan motoriknya kalau dia hanya terpaku di depan PC nya. Akhirnya setelah mengunjungi beberapa sekolah yang ada di area sekitar rumah, kami memutuskan untuk memasukkan Kiky di TK Wahyu. Lokasinya dekat dengan tempat tinggal kami dan suasana sekolahnya juga baik. Setelah beberapa kali bertemu dengan para guru dan pengelola, akhirnya Kiky kami daftarkan disana.

Seperti yang saya duga, Kiky canggung ketika harus bermain dengan anak sebayanya. Yang biasanya ‘B’ banget di rumah, di sekolah dia mendadak jadi pendiam dan minta ditemenin sama saya terus. Hohohohoh … namun setelah satu bulan sekolah, dia sudah mulai berani.  Karena setiap sekolah saya yang antar, sekalian saya dokumentasikan deh temen-temen sekolahnya Kiky. Inilah mereka

Yang manis ini namanya Razan, sama pemalunya sama Kiky. Heheheeh anak ini suka sekali main perosotan

Yang ini Zahia, rambutnya keriting kriwil-kriwil dan lucuuu sekali. Anak yang pemberani dan sangat ekspresif. Lucu banget deeeehhh.

Yang ini namanya Fakhri. Super aktif dan merupakan ‘jagoan’ nya kelas. Berdua sama Zahia. Hihihihihhi

Nona kecil ini namanya Libby. Panggilan saya untuk si manis ini adalah ‘asisten bu guru’ karena Libby pintaaar dan siap sekolah bangettt. Mengikuti semua instruksi  guru, aktif berpartisipasi dalam kegiatan kelas, pokoknya model A-graded student deh. Hihihihih empatinya juga tinggi terhadap teman-temannya. Kalau ada yang menangis di kelas, pasti dia yang sibuk cari tissue dan mengusap air mata temannya tersebut. Aaaawsoooo adorable.

Yang ini namanya Sarah. Awalnya sama pemalu seperti Kiky. Kalau tahu mbaknya jauh, dia akan menangis. Tapi akhir-akhir ini dia terlihat sangat ceria dan ndak menangis lagi kalau ditinggal sama si mbak.

Satu lagi teman Kiky, yaitu Farel. Gak ada fotonya karena si kecil ini ndak masuk di hari saya ngambil gambar-gambar ini. Kiky sukaaa banget sama si Farel ini, teman bermain dan selalu ditunggu-tunggu kehadirannya. Pokoknya mulut Kiky akan selalu bertanya kalau temannya yang satu ini belum datang. Hiihihihihi, segitu dulu deh ceritanya, nanti saya sambung lagi. =)

Do our brain sends distress signal?

Yup! I mean it! Berdasarkan beberapa pengalaman pribadi, ceritanya gini… beberapa tahun yang lalu, 2 atau mungkin 3. Saya mimpiin temen saya yang tinggal di US. Ambience dalam mimpi saya itu gelap, atau malah item putih ya? Lupa juga detailnya. Esoknya saya email deh tuh temen saya. Lama gak di jawab, when she finally answered my email dia cerita bahwa dia baru mengalami kesedihan yang luar biasa.

Dia bercerita bahwa di sana memiliki teman akrab yang sakit (cancer? Lupa juga). Si temen saya ini mendampingi temannya itu dari mulai sehat segar bugar sampai hari dimana si orang ini tidak berdaya dan akhirnya meninggal. Temen saya cerita, hal itu sangat menyedihkan hatinya. Lalu saya berpikir, waw …ternyata dia mengirimkan distress signal yang saya tangkap disini. Terpisah ribuan kilometer, namun saya tetap bisa merasakan kesedihan yang dia pancarkan. Cerita yang model begini saya alamin beberapa kali sama dia. Tapi pernah juga saya mimpiin dia karena kangen aja. Dianya mah baek-baek aja.

Pengalaman lain. Ada seorang sahabat saya juga. Kami satu SMP dan SMA. Waktu kuliah kami beda Universitas dan sempet loose contact. Dia lalu menikah sama orang luar, dan tinggal di negara suaminya. Saya beberapa kali mimpiin dia. Sama kayak mimpi saya di paragraf atas, somber tones, gelap, hujan, dia di seberang jalan memakai pakaian hitam-hitam, memegang payung hitam. Saya waktu itu gak bisa kontak dia. Saya gak tahu alamat dan telepon dia di sana. Emailnya juga mungkin sudah berubah karena gak ada jawaban.

Lama berselang saya mimpiin dia lagi. Kali ini dia tersenyum. Duduk sama saya di sebuah mesjid, dia seakan bilang ‘I am OK now’. Kali ini saya gak mau tinggal diam. Saya telepon rumah orang tuanya, saya harus tahu keberadaan teman saya ini. Nekad aja ah tanya sama mamanya. Toh kalo firasat saya salah, malah lebih bagus kan? Means she is fine. Ternyata yang angkat teman saya sendiri. Dia malah kaget, dia gak nyangka kalo saya tahu dia udah pulang ke tanah air. Saya bilang kalau saya gak tahu, saya cuman nekad aja mau nanyain kabar dia ke mamanya. Lalu cerita panjang lebar lah dia … pokoknya sedih dan menyakitkan, namun sekarang dia udah baik. Waw … waw… Kalo saya boleh berhipotesis, nampaknya distress signal ini ketangkep sama orang-orang yang sayang sama kita walaupun gak ada ikatan darah. As for those two, saya sayang banget sama dua-duanya. Sahabat saya di SMA.

Kalo distress signal yang ketangkep sama orang-orang yang blood related yang pasti sih ibu. Kalo saya lagi susah, pasti beliau menghubungi saya. Oya satu lagi, Nanny saya (yup … I’ve got a nanny and she still lives with my mother up to this day). Beberapa waktu yang lalu (belum lama) saya sakit diare. Duuh gak banget deh, gara-gara jajan kue cubit. Kekekek saya masih ASI eksklusif-in Nanda waktu itu. Lemesss luar biasa, cairan apapun turut keluar. Menderita banget deh, masih kasih ASI, diare. Pokoknya status bodi  gak karu-karuan. Pas jam 3 pagi saya udah mau pingsan rasanya. Cuman bisa berdoa aja, ya Allah toloooong …ini sakit sekaliiiii (lemes maksudnya). Keesokan harinya nanny saya telepon. Eh kamu kenapa sar? Hehehe saya bilang kalo saya diare. Terus dia cerita kalo mimpiin saya jam 3 pagi. Dalam mimpi itu saya pake celana pendek katanya, yang dia simpulkan bahwa saya sedang dalam keadaan susah. Ya saya jawab, iya. Lagi sakit, dan puncak rasa sakit dan putus asa itu ya pas jam 3 itu. Hohohoho .. spooky? Kekekekekekeke don’t be. Jadi inget novelnya Dan Brown lost symbol yang cerita tentang noetic science. Hohohhoho hohohohho kalo ada penelitian, pengen juga ikutan. …

It’s your dream Job, but not your Dream title

Hayo ngakuuuuu … berapa banyak dari kita yang cinta sama pekerjaan kita?
Definisi cinta? kasarnya gini biar kata harus nempuh macetnya Jakarta yang nggilani, tetep dibela-belain tiap hari masuk kantor tepat waktu. Biar boss bilang suruh overtime tiap weekend tetep nyengir seneng. Biar udah di rumah tetep mikirin apa yang bisa gue kerjain buat besok di kantor. Berharap nggak ada yang namanya weekend, karena ya itu you love your job!

Tapi kalau jawaban kita masih:

… Ampuuuun bete deh gue macet-macetan tiap hari!

…. Uuuhhh si nenek sihir *maksudnya ini boss* udah dateng duluan lagi!

… Uuuugh gue pengen weekend forever deeeehhh!

… Bulan ini bagusnya gue bolos pake alesan apa yah biar gak obvious?

Heheheheehhehe …kayak katanya Rene Suhardono. Your job is not your career. Kalo jawaban kita idem sama paragraf diatas mungkin aja kita emang gak cinta sama pekerjaan kita. “Gile! Gue cinta lah Sar sama kerjaan gue, orang gue dibayar 10 juta tiap bulan”. Ow really? It’s that all that comes down to you? Duit? Well kalo kepuasan ditentukan sama duit yang masuk rekening pribadi ya mangga wae lah.

Coba deh direnungkan kembali, yang kita cinta itu pekerjaan yang kita lakukan, atau image/atribut yang melekat pada pekerjaan itu? Beda yaaa …
Masih bingung? Gini deh saya kasih contoh. Judul diatas diambil dari kata-kata Gregory House yang bilang sama salah satu dokter yang mau dia pekerjakan. Orang ini ternyata dokter aspal. Well dia sebenernya auditor mata kuliah kedokteran. Jadi dia hapal luar kepala semua jenis prognosis, diagnosis, teori yang dipelajari oleh seorang dokter. Tapi tetep dia bukan dokter, karena gak pernah praktek. Nyuntik aja gak bisa. Eniweiii … intinya adalah ketika dia insist untuk di hire sama House, si dokter brandal ini bilang
“Boleh, tapi elo tugasnya hanya ngurusin masalah administrasi, paperwork, etc sama nyiapin kopi gue tiap hari”. Tentu aja si dokter aspal ini protes. Gak ah! Terus si House bilang, kalo elo mau jujur sebenernya pekerjaan yang gue tawarin itu adalah your dream job (assisting si House, diskusi, serta ya itu paperwork), but not your dream title.

Hahahaha disini saya mikir bahwa bener juga ya. Terkadang kita terpukau sama title dari sebuah pekerjaan, bukan tugas yang diemban oleh pekerjaan itu sendiri. So, udah yakin kalo your job is your dream job? Kalo belom, yok eksplorasi lagi. Jangan takut terhadap hasil yang akan ditemukan. Hohohoh

Welcome Hernanda

Ehm ..ehm… udah telat banget sih, mau ceritain kronologis kelahirannya Nanda. Maklum, baru belajar jadi ibu untuk kedua anak ini. Ditambah lagi blog ini sempet padam dari dunia internet selama beberapa waktu, hihihii pokoknya banyak deh alasannya. Ok deh, gini ceritanya…

Si Nans di perkirakan lahir pada tanggal 28 Oktober 2009. Tapi pas seminggu sebelum hari kelahiran, pas kontrol ke obgyn beliau bilang, ” kok posisinya masih sama ya sama minggu kemarin? Belum turun lagi”. Sang obgyn melirik padaku dan bertanya, ibu banyakan santai ya? Hohohhohoho langsung ketahuan deeeeeeh. Emang pas hamil Nan, perasaan kok rada males yah ngapa-ngapain. Bawaannya lebih ngos-ngosan daripada hamil kakak Kiks. Walhasil, olahraga pun lebih males *duh jangan ditiru yah ini*.

Ibu obgyn pun berkata, kalo sampai tanggal 28 belum ada tanda-tanda melahirkan, check in tanggal 29 pagi ya. Kita induksi aja. Pertimbangannya si Ibu obgyn ini karena kehamilan udah full term, 40 minggu dan si Nan beratnya menurut data USG udah sekitar 3.3 kg. Wegh … nasib. Waktu kakak Kiks melahirkan juga diinduksi, karena ketuban udah pecah. Mosok adeknya sama juga …yahhhhhh nasiiiiiib. Mas Yud langsung booking deh sama RSPI kalau tanggal segitu mau melahirkan. Kayak orang sectio aja, pake appointment.

Ehhhh …bener juga. Tanggal 28 nothing happened. Ada sih kerasa kontraksi, tapi jaraknya masih 12 jam-an. Belon ada bloody show pula. Halah, ini mah masih jauuuuuuuuuh dari melahirkan. Nasiiiiiib. Ya suds …tanggal 29 Oktober 2009 masuklah daku ke RSPI jam 08.30 pagi. Biasa, siap-siap pra-melahirkan, bersihin isi perut, cek detak jantung bayi dan kontraksi, lalu dipasanglah itu infus untuk merangsang kontraksi. Jam 9 lewat lah mulai diinfus. Kali ini udah pasrah aja, udah bawa buku segala. Waktu kakak Kiks kan induksi pagi, keluar dia jam 2.42 siang.

Jam 10 lewat pagi Ibu obgyn dateng. Menyapaku sambil membawa alat. Apa itu yaaaaaaa? Beliau bilang ini namanya … (lupa!) untuk mempercepat proses melahirkan. Kalo gak salah buat ngelunakin leher rahim gitu. Sebelumnya beliau mau cek dulu udah pembukaan berapa. Ehhhh ternyata udah pembukaan 5. Hohohhohoho gak lama lagi nih. Senyumlah sang obgyn. Hayok melahirkan yuuuk. Wew …………

Mucous plug diambil sama ibu Obgyn dan air ketuban mulai ngucur dikit-dikit. Mulesnya mulai ampun-ampunan deh. Tanpa sadar mulai nyakar-nyakarin tangannya Mas Yud. Jam 11 tepat, keluarlah si Nan. Setelah satu kali ngejen (hohohohoho anak kedua soalnya). Beda sama kakak Kiks, si Nan langsung di taruh diatas dada (kakak Kiks diobservasi dulu karena ketuban udah pecah). Hohoohohoo alhamdulillah …welcome to the world Hernanda Ganesha.Diazanin dan di iqamatin dia sama ayahnya. Lalu dia …pupup!!!!!! Waww …..wawwww…wawwww. Nandaaaaaaaaaaaaaaa …oh Nanda =D

Hidupppppppppp!!!!!

Hahahahaha …akhirnya!!! Setelah mati suri beberapa waktu (sigh) di block ama mbah Google pula! akhirnya blog Ganesha hidup kembali. Blog ini sempat terlantar karena banyak banget yang baru terjadi di kehidupan kami. Saya baru melahirkan anak ke dua bulan Oktober 2009 kemarin, Mas Yudi sibuk banget dengan penutupan kantor (Yup! dengan berat hati akhirnya Bengkel harus ditutup). It’s been hectic and super crazy and not to mention the emotional roller coaster ride.

But life must go on kan?! We’ve still got a full life ahead of us. Doakan ya!!!!!! Kami sedang menata kembali kehidupan kami untuk hari esok yang lebih baik (sounds like tag kampanye presiden gak seh? Hoohohohoh).

Cheers

Keluarga Ganesha

Untuk Para Ibu: Perlengkapan Bayi

Hehe … mendekatibu-kiksi tanggal kelahiran Adeknya Kiky, saya mulai berbenah perlengkapan untuk menyambut si Adek. Berhubung menurut USG dokter jenis kelamin si Adek itu idem dengan kakaknya, yaitu laki-laki, jadi gak banyak yang mesti dibeli ulang. Padahal kalo perempuan, maunya didandanin abis-abisan. Hihihihi …tapi anak laki-laki atau perempuan sama aja kok, sama-sama berkah dari Allah SWT.

Beberapa pakaian si kakak masih bagus, karena memang jarang dipake, paling dipake sekali. Pakaian yang udah agak usang aja yang dibeli ulang, yaitu pakaian lengan pendek sehari-hari sama bedong. Minggu kemarin pergi ke ITC Fatmawati untuk beli perlengkapan ini. Ajak kakak Kiky tentunya. Waktu sampai di tokonya, langsung disodori sebuah print-an kertas berwarna, lengkap dengan logo toko serta alamat. Isi kertas itu adalah semua yup!! hampir semua barang yang kita butuhkan (atau tidak? hihihih) dalam menyambut kehadiran seorang makhluk mungil.

Berhubung ini bukan kehamilan pertama, gak gelap mata lah saya, hahahaha gak ngebayangin kalo yang disodorin calon ibu yang baru pertama kali baru mau punya bayi. Pasti pengen dibeli semuanya deh ..hahahahahaha (gelap mata gitu — kan katanya wannabe parents dan parents adalah konsumen yang paling konsumtif– perlu dicarikan sumber nih! hihihihi). Beli sesuai kebutuhan dan budget, sempet juga ditanyain sama mbak penjaga tokonya mengenai kelengkapan lainnya. Berhubung hampir semuanya udah punya, menyerahlah dia merayu saya. Hahahahaha

Mau tahu list-nya kayak apa? Nih saya digitalisasi. Siapa tahu ada yang perlu! Jangan kaget ya!!! Banyak benerrrrr…

1. Popok 56. Sedotan ingus
2. Gurita bayi 57. Thermometer digital
3. Bedong 58. Botol susu
4. Alas ompol 59. Steril botol
5. Perlak 60. Sikat botol
6. Baju kutung 61. Sabun cuci botol
7. Baju pendek 62. Jepitan botol
8. Baju panjang 63. Dot rubber/silicon
9. Celana pop 64. Rak botol
10. Celana pendek 65. Pemanas susu/ food warmer
11. Celana panjang buka kaki 66. Thermos air panas
12. Celana panjang tutup kaki 67. Thermos makan / lunch box
13. Piyama bayi/balita 68. Container susu
14. Washlap mandi 69. Food maker
15. Sapu tangan 70. Feeding set
16. Sarung tangan kaki 71. Sendok makan bayi
17. Baju set bayi/balita 72. Cangkir minum/ training cup
18. Bantal set bayi 73. Empeng bayi
19. Bed cover set 74. Gantungan empeng
20. Seprei set bayi 75. Dot obat/ suntikan obat
21. Kelambu kojong/becak 76. Blender/ Food processor
22. Topi set bayi/kupluk 77. Slow cooker
23. Selimut topi 78. Tas bayi
24. Sleeping bag 79. Gendongan bayi
25. Bamper set 80. Jemuran popok
26. Sepatu bayi 81. Keranjang baju
27. Kaos kaki bayi 82. Mainan box/ musical mobile
28. Popok plastik 83. Box bayi kayu/lipat
29. Pampers new born 84. Baby tafel kayu/plastik
30. Bak mandi/ember mandi 85. Baby stroller/kereta dorong
31. Jaring ember/jala mandi 86. Kasur box
32. Karet anti slip 87. Kasur baby tafel
33. Handuk 88. Baby monitor
34. Sabun cair/batang 89. Baby walker
35. Shampoo 90. Kursi makan bayi
36. Bedak powder 91. Car seat bayi
37. Baby cream 92. Pispot/ ring closed
38. Baby cologne 93. Baju seragam suster
39. Hair lotion 94. Pembalut ibu
40. Baby oil 95. Kain sarung batik
41. Baby lotion 96. Gurita ibu tali/perekat
42. Alkohol 97. Stagen/bengkung
43. Minyak telon 98. Celana ibu hamil
44. Minyak kayu putih 99. Cream perut
45. Kapas bola 100. Nipple cream/ cream payudara
46. Kain kasa steril 101. Jamu bersalin
47. Alkafil 102. Bra menyusui
48. Peniti 103. Pompa ASI/ breast pump
49. Sisir set bayi 104. Breast pads
50. Sikat lidah 105. Nipple shield
51. Tempak bedak – tempat kapas 106. Shampoo kering
52. Cotton buds 107. Bantal menyusui
53. Tissue basah/baby wipes 108. Baby carrycot/ keranjang bayi
54. Tempat sabun 109. Bouncer
55. Gunting kuku set 110. Baby bather/ baby bath bed

On Iseng: Pencahar Alami

toilet-paperNah loh. Kenapa tiba-tiba mau nge-post tentang pencahar? Hehehehe mau sharing aja. Saya tuh bukan tipe orang yang bab-nya lancar. Ngiri kalau ngeliat mas Yud yang urusan bab super lancar. Dibilang susah bab sih nggak juga ya. Cuma emang gak tiap hari. Jadwal bab tuh dari jaman dahulu kala selang sehari. Tapi kayaknya ini nih gak bener juga. Baca beberapa artikel kesehatan, yang normal bab tuh terjadi setiap 1 x 24 jam.

Nahhh ..apa hubungannya sama pencahar alami ini? Gini ceritanya … baru-baru ini saya menyadari bahwa ada kombinasi minuman yang selalu sukses bikin perut masuk ke mode auto-flush. Hehehehe. Campuran jitu ini adalah susu murni dan madu. Cukup sederhana kan? Nggak tahu kenapa, tiap kali mengkonsumsi kombinasi kedua jenis minuman tersebut, perut otomatis kayak bersih-bersih. Padahal kalo diminum secara terpisah (susu aja atau madu aja) gak ada efek apa-apa. Lucu juga ya …

Baca beberapa artikel juga yang bilang minum air putih hangat (3-4 gelas) di pagi hari juga membantu memperlancar bab. Besok mau dicoba aaaah … mudah-mudahan jadwal bab jadi lancar tiap hari.