Tentang Aku

Tulisan ini terinspirasi ketika mendengarkan lagu Hisaishi (Path of the wind) ini berulang-ulang:

aku berdiri diatas bumi yang telah diciptakan begitu sempurna
aku berjalan diantara begitu banyak makhluk-Nya yang tak ku abaikan
diantara bakteri, virus, bermacam jamur, makhluk-makhluk renik yang tak kuanggap
diantara miyaran nyawa yang hidup ... yang bukan dari kaumku manusia

tak ku ketahui ketika aku mencabut dedaunan akibat keisenganku, aku melukainya ...
tak ku sadari ketika ku menginjak makhluk-makhluk kecil, menggerusnya ke tanah ... aku membunuhnya
tak ku sadari ketika aku membuang sampah, mengotori sungai, merusak tanah ...
aku ... menghancurkan kehidupan ..

yang bukan milikku ...
yang tidak ku ciptakan ...
yang tak mampu aku buat sendiri ...

aku telah hidup begitu lama .. menurutku
tapi ... ternyata pohon-pohon di halaman belakang rumahku telah ada semenjak ayahku dilahirkan

aku merasa telah banyak tahu akan kehidupan
dari pengamatan puluhan tahun hidupku ..
merasa memiliki kebijakan seorang filsuf ...

tapi ... apakah sama
dengan sebatang pohon, yang telah menyaksikan tingkah polah manusia selama ratusan tahun
yang tetap diam, menyebut namaNya ....
tanpa berhenti ...

aku merasa telah arif
tapi ... apakah sama
dengan makhluk renik lainnya yang telah ada semenjak bumi ini menjadi
yang tetap diam, menyebut namaNya
tanpa berhenti ...

aku merasa memiliki bumi ini
tapi ... apakah sama
dengan makhluk lainnya ... yang ku abaikan keberadaannya, yang telah ada sejak nenek moyangku belum dilahirkan
yang tetap diam, menyebut namaNya
tanpa berhenti

ah ....
aku malu ....
malu sejadinya ...

ketika akalku ...
tidak menjadikanku ... lebih peka
tidak menjadikanku ... lebih bijaksana

rasakanlah ...
rasa malu itu kawan ...
rasa rendah diri itu saudaraku ...
ketika kau dihadapkan pada kekuatan alam yang menghadang.

adakah kau mampu menghentikan badai yang bergerak?
adakah kau mampu menghentikan halilintar yang merobek langit?
adakah kau mampu menghentikan terjangan ombak?
adakah kau mampu mengubah arah hembusan angin?
adakah kau mampu mengubah arah mengalirnya sungai?
adakah kau mampu menghidupkan kembali hutan yang telah kau bakar?
adakah kau mampu menghipukan kembali spesies yang telah kau punahkan?
adakah kau mampu menghentikan pergerakan air laut, yang ternyata membutuhkan puluhan tahun untuk bergerak mengitari bumi ini?
adakah kau mampu menutup lubang-lubang ozon yang telah kau ciptakan?

tidak ...
tidak mampu ...
tidak bisa ...

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *