Kiky terserang campak

Ya. Kiky mengalami demam semenjak tanggal 3 Agustus pagi. Keesokan harinya kita bawa ke RSPI untuk periksa ke DSA-nya. Diagnosa sementara Dr. Hari Martono, Kiky menderita demam karena radang tenggorokan. Namun Dr. HM berpesan, kalau sampai tanggal 6 Kiks belum turun panasnya, maka harus tes darah, beliau khawatir Kiks terkena DB. Sebelum meninggalkan ruangan Dr. HM berpesan, saya cuti tanggal 6 sampai dengan 13, tapi ada pengganti saya Dr. Sander. Hokeh Dok! No probs!

Jeng! Jeng! Jeng! Tanggal 6 Kiks udah turun menjadi anget, dengan puncak panas di tanggal 5 Agustus dengan temperatur 38.7 derajat Celsius. Hueeeh …sempet deg-degan juga tuch! Pokoke kalo nyentuh angka 39 udah mau terbang ke UGD RSPI lagi, takut step. Selama periode Kiks demam, termometer gak pernah ketinggalan selalu ada di kantong. Herannya, selama demam ini, si Kiks tetep pecicilan loh. Lari sana sini, gulang guling segala, daku ini yang malah stress liat anak demam tapi tetep aktif.

Tanggal 6 sore bawa lagi ke RSPI, langsung tes darah. Proses pengambilan darah kali ini (dulu pernah untuk tes pembentukan anti hepatitis B setelah vaksinasi) lumayan lancar. Rahasianya? Bawalah rombongan sirkus bersama anda!! Hahahahaha …nggak deng! Tapi yang jelas pas tanggal 6 itu, selain daku dan Mas Yud, Eyang puteri serta Tante Ayu tersayang icut menemani Kiks. Walhasil Kiks gengsi mau nangis. Kekekekeke selain itu, petugas labnya sangat profesional, lega rasanya hatiku.

Tunggu hasil satu jam. Selama nunggu hasil, si Kiks jalan muter-muter di RSPI, tebar pesona sana-sini. Huhiehieueehiuhei. Setelah dapet hasilnya, kita langsung masuk ke ruangan Dr. Sander. Beliau ini sangat informatif loh! seneng deh, di jelasin panjang lebar mengenai hasil lab-nya si Kiks. Intinya bukan Demam Berdarah (pheeeeeeewwwwww…lega) tapi kalau sampai tanggal 8 belum turun juga demamnya, we need to look elsewhere for the cause. Hokeh Dok!!

Keesokan harinya, tanggal 7 pagi, muncul deh ruam-ruam (rash) di sekitar wajah, belakang telinga. Waaaah campak nih!!!! Telepon Mas Yud yang lagi ada di Ciawi, ugh ..jauhnya. “Kita tunggu esok aja dek, kalau masih banyak atau bertambah kita ke dokter lagi”. Ok, sementara si Kiks daku kasih bedak Caladine. Tanggal 8, ruam mulai menyebar ke daerah punggung, dada dan perut. Wow, saatnya untuk balik ke DSA. Balik lagi ke RSPI (duh …untung deket)

Ketemu Dr. Sander lagi dan beliau meyakinkan bahwa itu merupakan jenis campak (morbili form) kalau pakai istilah beliau. Ada tiga tipe morbili form ini, Roseola infantum, Exanthema Subitum dan Rubella. WOw! Hokeh, hokeh. Intinya, Kiks terkena penyakit ‘semacam’ campak. Good…good… dalam tiga hari ruamnya akan hilang, dipesankan bahwa daku harus menjaga gizi si Kiks, agar sistem kekebalan tubuh mampu mengusir virus-virus ini segera, lalu si Kiks diberi resep untuk bedak dinginnya dan off we go!!!!

Hueehhh …..akhirnya. Sekarang si Kiks udah gak demam, ruamnya juga berangsur menghilang. Duh senengnya. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah atas pertolongannya. Lumayan juga episode menegangkan selama satu minggu ini. Pheeeewww … sekarang daku mau …. t i d u r ……..zzz .zzzz.z..z..zzz

mabis_caliber_stethoscope.jpg

2 thoughts on “Kiky terserang campak

  1. Wowo Kiky sudah 1 tahun yaa kemarin ini, wah kelewatan ultahnya 😀 happy belated b’day ya!

    Alhamdulillah sekarang sudah sembuh. Bunda & Ayah terus ngeblog deh supaya nanti dia bisa ketawa-ketawa sendiri membaca kisah-kisahnya di masa kecil 😉

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *