
Mar 21, 2007

Alhamdulillah, setelah 9 hari terserang demam berdarah, mas Yud sudah sembuh!!!! Sudah boleh pulang ke rumah. Senang sekali karena selama mas Yud ‘indekos’ di RSPI, daku tidur sendiri di kamar. Man … I just realize, how lonely I felt. Well … mas Yud has been around in my life for nearly 8 years now. Dulu sebagai teman, mas Yud yang nemenin daku kalau lagi ngerjain tugas kuliah sampe jam 3-4 pagi, via telepon!!!! (Duh … maap yah Mam, Pap … yang bayarin pulsanya). Sampe bela-belain beli handsfree nya pesawat telepon agar tetap bisa diskusi selama ngerjain tugas.
Begitu mas Yud pulang, gak bosen-bosennya daku pelototin. Walaupun beliau sedang tidur, I just can’t get enough!!! Timbul berbagai macam perasaan, mulai dari senang, haru (karena setelah melewati masa pertemanan yang panjang kita bisa menikah), sedih, campur aduk. I think this kind of feeling is a feeling that some called ‘heaven on earth’. Terasa bahagia bangetz… hati terasa hangat. Gak lupa untuk bersyukur pada Allah, anugrah yang sangat besar, memiliki pendamping hidup. Ah … jadi mellow nih … udah ah …
Oya, Sari mengucapkan terimakasih kepada semua teman, kerabat, handai taulan yang turut mendo’akan kesembuhan mas Yud. Your power of prayer has certainly helped my husband recover …. thanks all …

Mar 13, 2007

Hari ini mas Yud masuk rumah sakit. Diagnosa Dokter adalah demam berdarah. Hiks …. sedih sekali hatiku. It all started Jum’at malam yang lalu. It was raining, kita baru pulang kuliah dan Mas Yud berlari-lari ke parkiran. Rada basah bajunya dan rambutnya.
Di mobil, daku mulai mengeringkan rambutnya dengan tissue. Duengggg!!! Badannya kok panas sekali! Kutanya kepada suamiku tercinta itu, sejak kapan badannya panas begini? Ternyata sejak di kelas tadi dia sudah merasa kedinginan. Sesampainya di rumah cari Panadol, biar turun panas. Naseb… stok di rumah pas habis dan it was too late in the evening. Akhirnya Mas Yud tidur dengan badan panas. Daku mengompresnya, tapi tidak banyak menolong.
Sabtu paginya mulai gerilya cari Panadol. Dapat!!! Segera mas Yud makan dan minum obat. Kutunggu sampai siang, panas sempat turun sebentar tapi kemudian tinggi kembali. Mas Yud mengeluh pegal-pegal di sekujur tubuh. This is not a good sign!! Siangnya we decided untuk periksa ke RS. Masuk UGD neh ceritanya, saat di UGD suhu tubuh pas turun (karena sebelum berangkat minum Panadol lagi). So, dokter sementara memberi diagnosa flu biasa, tapi memberikan lembaran cek darah yang terdiri dari cek darah lengkap, hemoglobin, leukosit, platelets, hematokrit, serta differential count-nya. Juga tes terhadap kemungkinan tipus (serology widal). Dokternya menyarankan 2 hari kemudian cek darah.
Hari Minggu Mas Yud totally tepar, lemesssss banget. Panasnya sih turun setiap habis minum obat, tapi setelah itu panas lagi, lalu berkeringat serta restless sekali tidurnya. Akhirnya hari Senin Mas Yud cek darah, hasilnya baru bisa diambil jam 5 sore. Selasa pagi, kita ke UGD lagi deh sambil membawa hasil cek darah tersebut. Hasil lab menyatakan bahwa komponen-komponen darah diatas berada dibawah normal, sementara hasil uji tipus-nya negatif. Langsung deh gak boleh pulang, menginap di RS.
Hiks….hiks…hiks…. suamikuw yang ndut gagah perkasa itu harus dirawat. Sedihhhhhh ….sedihhhhhh ….. doain yah … biar Mas Yud cepet sembuh. Daku dan Dede’ (nama panggilan untuk banyi di perut) juga terus mendoakan agar Mas Yud cepat sembuh….