Bencana Alam di Yogya

Jumlah korban tewas terakhir berjumlah 3000 an.

Hanya ingin sharing saja. Saya dapat kabar terakhir dari radio. Bahwa korban bencana di Yogya bisa mengambil bantuan harus menunjukkan KTP atau kartu identitas lain. (Gak salah nih?)

Wong namanya korban pasti serba kesulitan lah. Sapa tau semua surat-surat penting (termasuk identitas diri) tertimbun runtuhan rumah. Masih untung dia bisa selamet trus butuh bantuan cepat. Ini kok malah masih dipersulit dengan cara begitu. Udah beri aja bantuan ke siapa aja yang minta. Data identifikasi pake sidik jari, kalo perlu 4 macem jari. Tangannya ampe di-amputasi? Pake retina mata. Matanya terluka? Rekam suaranya. Nggak bisa ngomong? Rekam DNA nya kalo gitu. Hohoho.

6 thoughts on “Bencana Alam di Yogya

  1. Kita semua adalah saudara apapun warna kulit, rambut, bentuk tubuh, agama kita dll. Buat apa kita bedakan dengan itu semua, kita adalah ciptaan Alloh SWT. Saudara kita dalam keadaan menderita di Yogyakarta dan Jawa Tengah. bantu mereka dengan Materi tau doa.

  2. Duh canggih benerr… Klo versi indonesia tuh ke mbah dukun, bilang ” mbah sodaraQ yang kena tsunami lokasinya dimana yach mbah..??”, entar si mbah bakalan bawa air terus panci nah lo bisa liat tuh di airnya posisi sodara qta dimana…” Kalah canggih dah yang namanya GPS, DNA, Sidik jari, Retina dan CCTV . Wong si mbah aja cuman butuh air ma panci masak kok..

  3. itulah uniknya negara ini, mbok ya di tata dari awal tentang kependudukan, apa apa harus ada ktp fisik, padahal kalo setiap level kelurahan bisa setor data tiap warga melalui CBIS kan lebih enak, lha wong namanya juga korban bencana…, seingat saya waktu gempa terjadi itu ndak sempat mikir bawa ini itu, saya sendiri aja bersyukur bisa keluar dari kamar hotel..pas sekali beberapa detik kemudian hotel saya ambruk..Puuiihhhhh.

  4. betul sekali, waktu itu saya lagi liburan ke jogja, kebetulan menginap di hotel persis di dekat candi prambanan, entah kenapa dari jum’at malam hingga sabtu dini hari perasaan saya gelisah, saya ingat baru tertidur jam 3 pagi, dan kebetulan waktu adzan subuh saya terbangun..kemudian jam 6 kuran 10 menit gelas kopi saya koq bergetar..gak lama kemudian mulai ada goncangan saya langsung dobrak pintu, dan beberapa detik setelah keluar hotel..Brukkkkk separuh bangunan ambruk..untung mobil saya taruh di lapangan parkir, padahal biasanya saya taruh di basement. namun naas buat teman saya kakinya robek terkena runtuhan, sehingga saya harus bawa dia ke semarang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *